Pernahkah Anda atau keluarga Anda mengalami sakit perut atau mulas yang menyebabkan keinginan untuk buang air besar berkali-kali? Mungkin penyebabnya adalah karena Anda mengalami diare atau dear diary bahasa anak zaman now, hehehe.....
Di Indonesia, penyakit ini cukup sering terjadi pada masyarakatnya. Biasanya, diare oleh orang awam disebut dengan istilah mencret atau buang-buang air. Meskipun umum terjadi, diare nyatanya tidak boleh dianggap sebagai penyakit sepele.
Jika penderita diare dibiarkan tanpa pengobatan selama berhari-hari, asupan nutrisi dalam tubuh menjadi terganggu. Alhasil daya tahan tubuh menjadi menurun dan meningkatkan terjangkit penyakit lainnya. Untuk itu, agar hal tersebut tidak terjadi, simak penjelasan mengenai penjelasan penyakit diare berikut ini.
Diare adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada organ pencernaan. Penyakit ini ditandai oleh perasaan mulas pada perut disertai buang air besar yang tidak tertahankan.
Saat ini, banyak kalangan masyarakat kita yang berpikiran bahwa diare bukan penyakit yang menghawatirkan / menyeramkan dibanding dengan serangan jantung, tumor dan kanker. Diare seringkali dianggap sebagai penyakit sepele, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya.
Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun, sedangkan di Indonesia, menurut Riskesdas (2018) diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita. Jadi, jangan anggap remeh diare terutama pada anak karena sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan.
Menurut dokter umum RS Columbia Asia Semarang, dr. Ryna Mahdalena Ambarita, yang dimaksud diare adalah jika pasien buang air besar (BAB) dengan konsistensi feses (tinja) yang cair dan frekuensinya lebih sering dari biasanya.
Apa saja tanda-tanda dan gejala diare?
Frekuensi BAB yang normal dapat berkisar antara satu sampai tiga kali sehari, atau paling tidak tiga kali seminggu.
Namun, pola buang air setiap orang dapat berbeda tergantung dari banyak faktor. Pencernaan masih bisa dikatakan sehat apabila pola BAB selama ini teratur, tidak mengalami perubahan mendadak dan drastis.
Seseorang dikatakan mengalami gejala diare alias mencret ketika tiba-tiba jadi buang air besar lebih sering dari biasanya. Selain dari perubahan frekuensi BAB, gejala diare yang juga umum terjadi adalah:
- Feses lembek dan cair (mencret)
- Sakit perut
- Kram perut
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Kehilangan nafsu makan
- Haus terus menerus
- Demam
- Dehidrasi
- Darah pada feses
- Feses yang dihasilkan banyak
- Terus menerus ke toilet
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Segera ke dokter atau rumah sakit terdekat jika belakangan ini Anda mengalami:
- Warna feses gelap yang menandakan adanya darah pada feses.
- Mual dan muntah.
- Kurang tidur.
- Penurunan berat badan.
Jika anak mencret, segera ke dokter atau rumah sakit jika gejala berikut dialami anak Anda:
- Gejala dehidrasi seperti tangan dan kaki yang dingin, kulit pucat, jarang buang air kecil, mudah marah, atau mengantuk
- Demam tinggi
- Feses mengandung darah dan nanah
- Feses berwarna hitam.
- Produksi urin menurun
- Mulut kering
- Lesu
- Sakit kepala
- Kulitnya kering
- Mengantuk
Diare pada anak kecil dan bayi harus segera ditangani. Mencret dapat menyebabkan kondisi dehidrasi serius dan membahayakan nyawa pada waktu yang singkat.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Bagaimana cara mencegah diare?
Diare dapat menyerang saja apabila Anda tidak menjaga kebersihan dari diri sendiri. Akan tetapi, wisatawan yang bepergian ke daerah dengan fasilitas sanitasi buruk dan makanan rentan terkontaminasi lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Untuk mengurangi risiko diare ikuti beberapa tips ini:
- Perhatikan apa yang Anda makan
Makanlah makanan yang masih panas dan dimasak dengan baik. Hindari makanan, seperti buah dan sayuran mentah kecuali Anda yang mencuci dan mengupasnya sendiri. Hindari juga daging mentah atau kurang matang dan makanan yang terbuat olahan susu.
- Perhatikan apa yang Anda minum
Minum air dari air, soda, bir atau anggur kemasan atau yang disajikan dalam wadah aslinya. Hindari air keran dan es batu selama bepergian. Gunakan air kemasan bahkan untuk menyikat gigi dan tutup mulut Anda saat Anda mandi.
Minuman yang dibuat dengan air matang, seperti kopi dan teh, mungkin aman untuk dikonsumsi saat bepergian. Namun ingat bahwa alkohol dan kafein dapat memperburuk diare dan memperburuk dehidrasi.
- Cuci tangan
Kuman penyebab diare bisa menempel di tangan Anda. Oleh karena itu, selalu biasakan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah ke toilet. Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat antibiotik yang harus dibawa untuk berjaga-jaga terserang penyakit pencernaan, terutama jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah. Bila ada masalah, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Source :
Source :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar